Terteran / Perang Api

Bali telah terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, salah satunya tradisi perang api atau ter teran yang ada di salah satu kabupaten di bagian timur pulau bali, tepatnya di kabupaten karangasem. Kabupaten yang sebagian besar daerahnya ini berupa daerah kering ini menyimpan tradisi unik yang disebut Terteran atau Perang Api yang dapat kita temui pada hari pengrupukan (sehari sebelum nyepi) setiap dua tahun sekali.

Tradisi ini dapat kita temui di desa jasri, kecamatan karangasem, kabupaten karangasem, bali. Sekitar pukul 18:00 wita jaringan listrik di desa ini mulai dimatikan, dan jalur lalulintaspun dialihkan karena tradisi ini sendiri berlangsung di jalur karangasem-denpasar. Prosesi ini diawali dengan persembahan di pura desa setempat oleh paratetua desa. Dipersembahkan seekor kerbau, beberapa ekor bebek, dan beberapa jenis persembahan lainnya.

Dan di waktu yang bersamaan para pemuda yang akan mengikuti prosesi prrang api bersembahyang di sebuah pura yang terletak di pinggiran desa. Aura magis sangat kental terasa di pura tersebut, sebelum bersembahyang memohon agar prosesi berjalan lancar para pemuda diberikan petuah oleh seorang tetua adat tentang apa yang tidak boleh dilakukan selama ritual berlangsung. Adapun peraturan yang tidak boleh dilakukan sebelum perang api dimulai yakni tidak boleh menyalakan lampu atau api, dan tidak boleh bersuara.

Sesaat setelah persembahyangan bersama para pemuda menuju jalanan desa jasri, para pemuda terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok telah siap dengan danyuh (pelepah kelapa kering) yang dibakar sebagai senjata dalam perang ini. Sesaat setalah pecalang (petugas keamanan adat) memberikan aba-aba perang dapat dimulai para oemuda yang telah terbagi menjadi dua kelompok tersebut akan saling serang menggunakan danyuh yang penuh dengan api, uniknya tak ada satupun pemuda yang terluka karena api tersebut hingga perang ini berakhir. Perang berakhir, namun sedikitpun tidak menyisakan rasa dendam diantara oemuda, bahkan mereka tertawa bersama setelah ritual perang api berlangsung.

20140208-104740.jpg

About JaniBali
Free Thinker, Love To Eat and Laught Love Travelling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: